Mata itu begitu enggan untuk dilupakan
Tak ada kesengajaan untuk saling bertukar pandangan
Namun kondisilah yg seakan bertanggug jawab terhadap pandangan kami yg sering bertemu
Mungkin baginya, pandangan itu tak berarti
Aku tak berani menatap matanya dalam dalam
Aku takut, aku akan lebih dalam mencintainya
Aku takut, bila aku balas tatapannya aku akan kecewa
karena bukan akulah yg dibayangan pelupuk matanya
Aku takut, tatapan mata itu hanya membuatku bahagia yang maya
Aku tundukkan pandangan karena cinta itu datang dari mata
Lalu ke hati
Biarkan kita berdialog tanpa mata
Biarkan bibir dan logika yang berbicara, bukan mata
Kalaupun ada cinta diantara kita
Setidaknya bukan dari mata bibitnya
Setidaknya jika fisikmu berubah, cintaku pun tak berubah
Selasa, 22 Juli 2014
Mata yang diam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar